BERBURU ROTI JOHN DI CONDET (JAKARTA)
| Maret 31, 2019 |
Seumur-umur saya belom pernah nyobain roti john, eh ternyata di daerah Condet ada banyak yang jualan roti john. Cemilan (eh cemilan bukan ya?) yang satu ini konon berasal dari Malaysia. Alkisah, menurut Wikipedia, makanan ini “ditemukan” oleh orang Melayu Malaysia pada masa pendudukan kolonial Inggris. Bisa dibilang roti john ini merupakan masakan “East Meets West”. Roti yang merupakan makanan utama orang India dipadukan dengan isi sayuran dan telur dengan daging cincang yang sudah dibumbui dengan berbagai rempah-rempah sehingga jadi mirip dengan sadwich-nya orang Inggris. Sayangnya, waktu saya sempet beberapa kali berkunjung ke Kuala Lumpur dulu, saya belom tau ada makanan ini. Kalo tau, udah pasti deh saya bakal nyobain langsung di negara asalnya. Oke, ini dia keempat roti john di Condet yang udah pernah saya cobain.
Roti John “Martabak Puas Condet”
Roti john pertama yang saya sadari ada di Condet berkat plangnya yang cukup mencolok adalah adalah roti john-nya Martabak Puas Ibu Hj. Maryam (Google Maps). Stan roti john berada di sebelah depan, seolah dia tambahan kuliner terakhir terhadap bangunan yang sudah jadi, mirip seperti stan penjual martabak. Daftar menunya sederhana aja, ada dua macem roti john, yaitu roti john isi daging sapi dan daging ayam tersedia dalam dua pilihan ukuran, ukuran kecil, yang saya pesen, dan ukuran besar yang bisa menyumpal perut tiga hingga empat orang. Tentunya hanya cukup dua orang kalo keduanya adalah cowok kelaperan.
Hmm, jadi kayak gini ya rasanya roti john. Roti yang digunakan merupakan tipe roti panjang yang sangat berpori dan bertekstur lembut. Roti ini kemudian dibelah dua secara memanjang dan di antaranya dimasukkan telur yang udah dicampur daging cincang, lalu keju, sayur-sayuran, dan terakhir dibubuhi mayones dan saus sambal. Lalu karena saya pengen porsi yang komplet, maka di atasnya masih ditambah lagi keju mozzarella yang dibakar. Alhasil, secara rasa menurut saya ya ga jauh beda dengan rasa burger biasa, karena adanya saus mayones dan saus sambal yang rasanya mendominasi. Bedanya ya di sini daging burger diganti dengan telur daging cincang.
Roti John SB
Roti john kedua yang saya coba adalah Roti John SB (Google Maps), entah apa kepanjangan dari SB, waktu itu saya ga nanya. Kalo roti john Martabak Puas berada paling utara, Roti John SB justru berada paling selatan di Condet. Mereka menggela tenda di samping depan cabang Pizza Hut Delivery dan berjualan dari jam 11 siang sampe jam 8 malem. Di sebelahnya, sepertinya masih dimiliki oleh orang yang sama karena waktu berjualannya barengan, ada penjual Thai Tea dan Es Kepal Milo juga. Kekurangannya, di sini ga ada tempat duduk untuk makan di tempat, nyaris semua pengunjungnya membeli roti john untuk langsung dibawa pulang. Saya bilang “nyaris” karena saya memaksakan diri untuk makan di sana karena ingin memotret roti john-nya.
Nah, di sini roti john-nya hanya ada daging sapi aja, tapi bedanya di sini ada varian roti john manis. Saya ga yakin di Malaysia sana ada juga, sepertinya sih ini hanya rekaan kreasi orang Indonesia aja. Roti john manis ini sama-sama pake telur namun saus sambal dan mayones diganti dengan krimer dan kental manis. Hmm, terdengar enak karena telur dan kental manis sepertinya akan jadi perpaduan yang unik. Namun waktu itu saya tetep memesan roti john yang asin karena ingin membandingkan semua roti john di Condet. Nah, roti john yang ini ada pilihan ukuran kecil sehingga cocok untuk pembeli yang hanya ingin memakannya sendiri. Harganya pun relatif murah, ukuran kecil hanya 15 ribu saja. Sayurannya ga terlalu banyak, kabar baik buat yang ga suka sayur. Namun keju parutnya ga tanggung-tanggung alias banyak, kabar baik buat para penyuka keju.
Roti Jon Lumer
Roti john ketiga yang saya coba adalah Roti Jon Lumer (Google Maps), lokasinya kira-kira di pertengahan Jalan Condet dan berada di sebelah kiri jalan kalo berjalan dari arah utara. Kalo Roti John SB tadi jam 8 aja udah mulai beres-beres lapak, roti john yang ini buka sampe hampir jam 11 malem, cocok buat kamu yang baru pulang abis lemburan. Di sini juga sebenernya kurang cocok untuk makan di tempat karena pas saya minta piring buat makan di sini, si abang jualannya keliatan agak kelabakan seakan-akan emang jarang banget ada pengunjung yang makan di sana.
Seperti halnya Roti John SB, di sini pun tersedia roti john manis dengan berbagai pilihan selai manis, mulai dari selai cokelat, Nutella, tiramisu, keju parut, hingga selai nanas. Roti john manis ini emang jatohnya jadi mirip roti bakar sih. Nah, roti john asinnya (atau disebut gurih di menunya) juga memiliki varian yang cukup banyak. Ada roti jon mungil, jon panjang, jon zilla, dan jon ranjau. Untuk roti john yang terakhir ini tentunya kamu bisa menebak sendiri kenapa disebut “ranjau”. Ada ekstra isian yang bisa dipilih, yaitu telur setengah matang, daging, sosis potong, dan keju meleleh yang menggunakan saus keju. Tambahan isian ini mampu membuat perut jadi lebih kenyang dan puas sekalipun roti jon-nya berukuran kecil.
Roti John Surabaya “Condet”
Roti john terakhir yang saya coba ini merupakan pendatang baru di Condet, namun bukan pendatang baru di dunia per-rotijohn-an karena merupakan partner resmi alias franchise dari Roti Johnes Surabaya yang terkenal itu. Patokan lokasinya juga cukup mudah karena berada di seberang SPBU yang berada di sebelah cabang toko sepatu Bata (Google Maps). Waktu awal-awal pembukaan, pengunjungnya membludak karena mereka membanting harga jadi cukup murah. Tapi setelah promo potongan harga itu abis, pengunjungnya jadi biasa lagi. Ya, kadang keliatan rame, kadang ga keliatan ada yang beli. Tapi penjualnya tampak selalu sibuk menggoreng telur untuk disetok, jadi pas nanti ada yang mau beli tinggal diangetin aja sehingga penyiapannya lebih cepet.
Oke, setelah mencoba banyak roti john, sejujurnya saya ga menemukan banyak hal yang istimewa dari kuliner yang satu ini. Termasuk rasanya ga banyak bumbu rahasia yang bisa ditambahkan karena umumnya saus yang digunakan cukup generik, sama-sama pake saus mayones dan saus sambel. Saya merasa semua orang pun bisa meniru. Mungkin yang bisa menjadi pembeda di antara mereka adalah adanya bermacem-macem topping yang tersedia. Roti Johnes Surabaya yang beberapa waktu yang lalu cukup nge-hits ini rasanya memang cukup enak. Saya minta tambahan daging asap alias smoked beef biar lebih mengenyangkan, sekalipun ukuran kecilnya pun udah cukup gede buat dimakan sendirian. Untuk tempatnya pun cukup nyaman karena mereka menyediakan beberapa meja dan kursi untuk pengunjung yang mau makan di sana. Oiya, walau di daftar menu ga keliatan, mereka juga memiliki varian roti john manis, mereka nyebutnya roti Jenny, dengan topping saus cokelat, Oreo, parutan keju, dan menggunakan roti berwarna hitam yang mereka sebut roti Venom.

0 komentar:
Posting Komentar